Thursday, February 25, 2016

PERTOBATAN JALAN MENUJU BELASKASIH ALLAH

MINGGU PRAPASKAH III TAHUN C 2016

Penulis  : P. Dedy.S
Sumber : Luk 13:1-9

Kerahiman Allah dapat dialami melalui belaskasih yang diberikan-Nya. Semuanya diberikan tanpa memandang siapapun dan seberapapun dosa yang diperbuat. Belaskasih-Nya lebih mudah dialami bagi kita yang menderita akibat penjajahan dan perbudakan dosa, sehingga kerahiman-Nya diharapkan mampu membebaskan kita dari aneka perbudakan dosa tersebut dan kembali mengalami belaskasih Allah. Musa merupakan salah satu pribadi terpilih dalam menyampaikan belaskasih Allah kepada umat. Allah tidak ingin membiarkan umat-Nya hidup dalam aneka penderitaan terlebih akibat dosa (bdk. Kel 3:1-8a.13-15).

Wednesday, February 24, 2016

BUKU PENDALAMAN AKSI PUASA PEMBANGUNAN (APP) 2016

Buku yang dinantikan banyak orang dalam pekan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2016 sekarang dapat didownload dengan gratis di sini.

BUKU APP KATEGORI ORANG MUDA KATOLIK (OMK) 2016

Edisi            : Cangkrukan rohani
Format        : PDF
Page Size    : A4 ( 2 pages per sheet)
Total Pages : 32

Buku dapat didownload di sini
Cover dapat didownload di sini


Saturday, February 20, 2016

PERJANJIAN TIMBAL BALIK ALLAH DAN MANUSIA

MINGGU PRAPASKAH II TAHUN C 2016

Penulis  : P. Dedy. S
Sumber :  Lukas 9:28b-36

Ketika sebuah perjanjian diutarakan, di situlah terdapat sebuah ikatan antara kedua belah pihak yang saling berjanji. Tujuan perjanjian dibuat agar ada kesepakatan dan kerjasama. Agar perjanjian itu mendamaikan satu sama lain, maka setiap orang yang berjanji perlu menepati janji itu. Hal itu tentunya membawa konsekuensi bagi masing-masing.

Monday, February 15, 2016

BENARKAH TUHAN MENCOBAI?

Penulis : P.  Dedy. S

Pada artikel sebelumnya yang tertulis dengan judul “ IMAN YANG TAHAN UJI ” tentu mendatangkan banyak pertanyaan apakah benar bahwa Tuhan itu juga mencobai umat-Nya? Apakah cobaan itu bukannya datang dari si iblis sedangkan Tuhan hanya sebagai penolong? Apapun yang Tuhan mau buat, semuanya ada di luar kemampuan pikir manusia. Tidak seorang pun yang mampu menyelami hati dan pikiran Allah karena keterbatasan manusia. Hanya Tuhan yang mampu menyelami segenap pikiran dan hati manusia. Jadi, hak untuk mencobai atau tidak merupakan hak Tuhan. Sebagai manusia, kita hanya dapat menerima, mengalami dan merenungkannya.

Thursday, February 11, 2016

IMAN YANG TAHAN UJI

MINGGU PRAPASKAH I TAHUN C 2016

Penulis  : P. Dedy. S 
Sumber : Lukas 4:1-13

Ketika kita mengungkapkan pengakuan iman kita di dalam perayaan ekaristi maupun doa-doa seperti rosario, tidak cukup kalau pengakuan iman tersebut hanya dimengerti sebagai kepercayaan kita kepada Allah Sang Maha Rahim saja. Iman itu merupakan tanggapan kita atas wahyu yang diterima dari Allah berupa kasih, perhatian, pengampunan, dan belaskasih.

Friday, February 5, 2016

RABU ABU SEBAGAI TANDA TOBAT

Penulis : P. Dedy. S

Pada tahun ini Rabu Abu jatuh pada tanggal 10 Februari 2016. Dengan peringatan Rabu Abu dan dilanjutkan dengan penerimaan abu pertanda bahwa Masa Prapaskah sudah dimulai. Maka diharapkan seluruh umat menerima abu sebagai tanda tobat dan mengalami belaskasih Allah Sang Maha Rahim.

Thursday, February 4, 2016

MENJADI SEORANG UTUSAN SANG MAHA RAHIM

MINGGU BIASA V TAHUN C 2016

Sumber :  Lukas 5: 1-11
Penulis  : P. Dedy.S

Kita semua dipanggil ke dalam tugas perutusan oleh Sang Maha Rahim sesuai dengan bentuk panggilan yang kita telah pilih. Sang Maha Rahim telah memanggil dan mengutus kita sesuai dengan nama kita masing-masing. Itulah kegunaan pemilihan nama untuk Baptis dan Krisma selain nama diri. Karena itu nama sangatlah penting bagi kita, sebab di balik sebuah nama ada makna yang disampaikan. Apapun tugas, pekerjaan dan panggilan hidup kita namun semuanya mengarah kepada satu tujuan yakni mengenalkan dan menghadirkan Sang Maha Rahim bagi siapa saja. Tentu kita harus terlebih dahulu mengetahui siapa itu Sang Maha Rahim? Sangatlah tidak mungkin kita mengenalkan-Nya kepada semua orang, sementara kita sendiri tidak tahu dan mengenal-Nya lebih dalam. Maka, sudah saatnya kita memberanikan diri untuk menjadi seorang utusan Sang Maha Rahim seperti Nabi Yesaya yang dengan berani dan tegas mengatakan “ Inilah aku, utuslah aku!” (bdk. Yesaya 6:1-2a.3-8).

Dengan berani menjadi seorang utusan Sang Maha Rahim berarti kita sudah berani mewartakan tentang Sang Maha Rahim dan Karya Keselamatan-Nya bagi semua orang tanpa terkecuali. Karya Keselamatan yang ditawarkan oleh Sang Maha Rahim akan sampai kepada semua orang, jikalau kita mampu mengajak dan membawa setiap orang kembali ke dalam pelukan-Nya yang mesra dan mengalami Kerahiman Ilahi atau Belaskasihan. Jika ini terjadi, maka Paskah dapat dialami oleh semua orang. Sebab paskah berarti kebangkitan dari kedosaan menjadi manusia yang terselamatkan. Semuanya ini membutuhkan kerendahan hati dan iman yang teguh (bdk. I Korintus 15:1-11).

Menjadi seorang utusan harus berani berkorban dengan cara meninggalkan segala-galanya termasuk ego diri sendiri dan hanya mengikuti perkataan, petunjuk, arah langkah dan gaya hidup Sang Maha Rahim. Kita juga harus berani terbuka kepada rahmat Allah dan sesama, kita harus berani korbankan diri sendiri, dan berani terlibat langsung dengan segala kemampuan diri. Dengan semangat berkorban yang kita miliki, kita pun akan dimampukan untuk mengajak setiap orang memiliki semangat berkorban sebagai seorang utusan agar semua orang mengalami kelimpahan kasih bersama Sang Maha Rahim (bdk. Lukas 5: 1-11).