Thursday, June 30, 2016

DOA DARI RELUNG HATI


Terima kasih Tuhan,
Engkau telah tambahkan satu tahun kepadaku
untuk mengalami kebaikan-Mu,
setelah Engkau ukir aku di dalam sejuta pengalaman
yang penuh suka dan derita.
Ku tahu ada hikmah Engkau berikan
sebagai pembelajaran,
agar aku menjadi lebih baik dari waktu ke waktu
dan dari saat ke saat.
Segala pengalaman Engkau guratkan begitu dalam,
dengan sebuah rencana yang begitu misteri bagiku
tuk aku selami.
Namun aku tahu dari semua hikmah itu,
tak lain demi kebijaksanaan yang kan Engkau tanam.
Ladang begitu luas, dan Engkau tahu aku sang pekerja,
tuk bekerja dan menuai di ladang-Mu,
yang terhiasi rumput dan ilalang,
yang menjadi pergulatan bagiku
di dalam segenap hidupku.
Hanya satu yang kini kuingini
perkenankanlah daku hidup bersama-Mu.


(P. Dedy.S

Saturday, June 25, 2016

MINGGU BIASA XIII TAHUN C 2016

KEPANTASAN DALAM PANGGILAN

Setiap orang dipanggil ke dalam tugas perutusan. Panggilan itu sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu panggilan umum dan panggilan khusus. Panggilan umum dialami oleh siapapun, namun panggilan khusus hanya ditujukan ke pribadi-pribadi tertentu. Apapun bentuk panggilan yang diterima, semuanya berasal dari satu sumber yakni Allah sendiri. Melalui kedua jenis panggilan itu, semua orang diajak mengalami kesucian hidup. Ada yang beranggapan bahwa kesucian hidup hanya milik kaum tertahbis; Hal ini tidak benar adanya; semua orang dapat mencapai kekudusan hidupnya sesuai pula dengan panggilan yang dipilih dan dijalaninya. Inti dari sebuah panggilan mengarah kepada perutusan yakni tugas KENABIAN atau pewartaan sabda Allah dan karya keselamatan. Tugas ini sudah kita dapatkan dan menjadi tanggungjawab kita sejak diri kita menerima pembaptisan. Restu keluarga tidak dapat dipandang sebelah mata beitu saja. Karena itu doa dan restu keluarga terutama orangtua dipandang perlu dalam menjalankan tugas panggilan. Namun jangan sampai karena alasan orangtua dan pekerjaan menjadi penghalang dalam panggilan dan perutusan. Orangtua merupakan simbol wakil Allah. Maka sebagai orangtua perlu membangun sikap lepas bebas dalam mengarahkan anaknya dalam meniti panggilan, apapun panggilannya (bdk. I Raja-Raja 19:16b.19-21).

Saturday, June 11, 2016

TANDA BELASKASIH ALLAH

MINGGU BIASA XI TAHUN C 2016
 
Cara Allah mencintai umat-Nya melalui banyak hal, salah satunya dengan memberikan teguran atau hukuman dan pengampunan. Dengan pemberian teguran atau hukuman, Allah bukan ingin menghakimi kita melainkan ingin menunjukkan betapa belaskasihnya Allah kepada diri kita. Tanpa sebuah teguran atau hukuman, kita tidak akan mengerti, sadar dan sesegera mungkin bertobat dari aneka kesalahan dan dosa yang kita telah perbuat. Cara Allah menegur atau menghukum kita juga melalui banyak cara, salah satunya melalui perantara orang-orang yang ada di dekat kita. Demikian juga yang dialami oleh Daud. Dengan teguran yang diberikan Natan kepadanya menyadarkan Daud dari segala dosanya. Sebagai tanda belaskasih, Allah masih mau mengampuni segala dosanya berkat kesadaran dan pertobatan Daud (bdk 2 Samuel 12:7-10.13).

Saturday, June 4, 2016

BELASKASIH MEMBAWA KEBANGKITAN

MINGGU BIASA X TAHUN C 2016
 
Kematian fisik dan kematian rohani dapat dialami jikalau kita menjauh dari belaskasih Allah karena dosa. Hanya belaskasih Allah yang memampukan kita bangkit kembali dari kematian berkat iman yang kita miliki. Iman itu ada di dalam hati dan tercetus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Karena itulah Allah melihat diri kita dari dalam hati, sebab di sanalah iman kita berada dan tinggal. Kualitas iman dapat kita ukur melalui setiap pikiran yang ada, setiap perkataan yang kita ucapkan dan setiap perbuatan yang kita lakukan. Sama seperti apa yang dialami oleh Elia kepada si janda, maka melalui iman, kita diselamatkan, dibangkitkan dan memperoleh hidup (bdk. 1 Raja-Raja 17:17-24).