Saturday, January 7, 2017

HARI RAYA EPIFANI

Kata Epifani berasal dari Bahasa Yunani yaitu “epiphaneia” yang berarti “untuk menampakkan diri”. Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya Epifani atau Hari Raya Penampakan Tuhan. Melalui hari raya ini, segenap umat diajak merenungkan kembali penampakan diri Tuhan di dunia; yang pada saat itu menampakkan diri-Nya di Betlehem. Namun penampakkan Tuhan tidak hanya terjadi pada saat itu saja; setiap saat Tuhan menampakkan diri-Nya kepada segenap manusia. Tentu saja penampakkan Tuhan memiliki maksud dan tujuan tertentu yang ditujukan kepada setiap pribadi untuk dilaksanakan. Itulah yang dinamakan Misi. Salah satu misi yang dikehendaki Allah yaitu menyatukan segenap bangsa dan mewujudkan kedamaian demi kebesaran dan kemuliaan nama Allah. Misi ini pula yang ditujukan kepada Nabi Yesaya (lihat. Yesaya 60:1-6).



Sebagai para murid Kristus, kita membawa misi yang ditujukan kepada semua orang dan segala bangsa, agar semuanya mengalami perjumpaan dengan Allah dan menjadi ahli waris. Sehingga semua orang terhimpun menjadi “satu tubuh” dan menjadikan bumi ini sebagai rumah bersama yang layak dihuni (lihat. Efesus 3:2-3a.5-6)

Dalam peristiwa Epifani yang terjadi di Betlehem berkaitan dengan kunjungan “Tiga Raja” atau “Orang Majus” kepada bayi Yesus. Ketiganya membawa persembahan yang mempunyai makna berbeda: 
  1. Melkior mempersembahkan Emas, logam yang mulia melambangkan pribadi Yesus sebagai hadiah termahal dari Allah untuk manusia. 
  2. Kaspar mempersembahkan Kemenyan yang melambangkan imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Bapa. 
  3. Baltasar mempersembahkan Mur, getah dari pohon “moir” yang harum mewangi yang melambangkan kematian Yesus, yang tubuh-Nya diurapi saat pemakaman-Nya. 
Kalau ketiga raja membawa persembahan bagi Allah ketika menampakkan diri-Nya, lalu apa bentuk persembahan kita kepada Allah ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada kita (lihat. Matius 2:1-12). (P. Dedy.S)

No comments:

Post a Comment